22.3.11

Family Gathering + Pemilihan Presidium Lektor




Sabtu pagi 5 Maret yang lalu, diiringi hujan yang rintik-rintik, kami Paguyuban Lektor/is PITC sudah berkumpul di HOM PIM PA Lippo Cikarang untuk mengikuti family gathering. Acara ini diadakan sebagai ajang kumpul-kumpul seluruh anggota lektor beserta keluarganya sekaligus penghitungan suara untuk pemilihan presidium lektor yang baru. Walaupun tidak semua anggota lektor dapat hadir, akan tetapi semangat dan keceriaan acara tidak berkurang. Cuaca pun seperti ikut mendukung acara kami, karena hujan rintik-rintik digantikan dengan matahari yang bersinar cerah.


Keseruan acara hari itu didukung pula dengan MC yang meriah yaitu Robert dan Tyas. Dan acara pertama yang kami lakukan adalah perkenalan. Memang diantara kami sudah banyak yang saling kenal, akan tetapi ada beberapa anggota lektor baru yang belum kenal baik dengan anggota lama. Permainan perkenalan ini mewajibkan para pesertanya untuk menyebutkan nama, julukan dan asal lingkungan, peserta selanjutnya harus menyebutkan identitas teman-teman sebelumya secara lengkap. Permainan ini menjadi seru ketika beberapa peserta lupa akan identitas teman-teman mereka sebelumnya. Melalui permainan ini, selain sebagai ajang perkenalan, anggota lektor juga dituntut untuk memiliki daya ingat yang baik, hehe.. jadi ketauan deh siapa yang Lola (baca: Loading lama).
Acara tidak hanya berhenti sampai di situ, beberapa permainan telah disiapkan oleh panitia. Permainan-permainan yang tentunya menambah kehangatan suasana pagi itu. Ada permainan ‘ci luk ba’ yang memerlukan daya ingat dan kecepatan peserta, ada juga permainan ‘pantun berantai’ yang mengharuskan para peserta menyusun kata-kata secara berantai menjadi sebuah pantun. Hasil akhirnya? Ada kelompok yang memasukkan pantun dari salah satu acara TV dan kelompok lawannya membuat pantun dengan kata-kata yang puitis, kerjasama dan kreativitas sangat diperlukan dalam permainan ini. Yang terakhir adalah permainan ‘Pantomim berantai’, dimana masing-masing kelompok akan diberikan soal yang harus diperagakan agar orang terakhir di kelompok tersebut dapat menebaknya. Pada permainan kali ini, dapat dilihat bahwa anggota lektor juga memiliki bakat di dunia seni peran, terlihat dari gaya mereka yang dilakukan sejadi-jadinya agar soal yang dimaksud tertebak. Jaim? Udah ga ada lagi deh.. semua kelihatan aslinya dan hal inilah yang semakin mengakrabkan kami anggota lektor. Canda, tawa, dan narsis menjadi sesuatu yang berkesan dan menyenangkan.

Akhirnya, sampailah pada puncak acara, yaitu penghitungan suara untuk pemilihan presidium periode 2011-2013. Beberapa hari sebelumnya, seluruh anggota lektor sudah mendapatkan kertas pemilihan yang berisi sembilan kandidat presidium untuk dipilih tiga orang. Enam suara terbanyak akan diangkat menjadi presidium lektor periode 2011-2013 dan sisanya dijadikan koordinator wilayah. Sebelum acara penghitungan dimulai, setiap kandidat diminta mengkampanyekan program kerja mereka untuk lektor di masa yang akan datang. Dan…penghitungan pun dimulai. Jumlah turus antar kandidat saling berlomba menempati posisi terbanyak, setiap penambahan jumlah pasti diiringi sorakan-sorakan dari anggota lektor lainnya. Akhirnya penghitungan selesai, dan enam orang presidium telah terpilih. Mereka adalah Robert, Esti, Tyas, Titis, Hermawan dan Jendro.
Selamat untuk keenam orang ini, mulai sekarang segala hal yang berkaitan dengan Paguyuban Lektor/is PITC dikoordinasikan oleh mereka.Setelah mendapatkan enam nama untuk Presidium Lektor/is 2011-2013, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Seluruh peserta acara pastinya lapar karena canda, tawa dan keseruan yang sudah mereka lalui. Acara siang itu ditutup dengan simbolisasi penyerahan jabatan dari presidium lama ke presidium yang baru.

Dengan adanya kegiatan ini, Paguyuban Lektor/is PITC diharapkan semakin solid menjadi satu keluarga dan memiliki komitmen tinggi dalam pelayanan dan pewartaan kabar sukacita Tuhan di tengah dunia. Seperti motto lektor “Together We Serve” . (AIR)

P.S : Harusnya tulisan ini udah dimuat di Warta Teresa, ntah mengapa sampai saat ini blom dimuat juga.. so gw tulis di blog ajah!!

2.3.11

Mungkin seharusnya...

Mungkin seharusnya gw bersyukur yah..

Gw emang ga setajir Donald Trump yang perusahaannya dimana-mana…

Tapi gw masih bisa makan tiap hari dengan lauk yang beragam, bisa beli baju, sepatu, buku, bisa seneng”, jalan” n kumpul” sama temen” n kluarga gw.

Gw emang ga secantik Jennifer Lopez ato Cameron Diaz…

Tapi gw beruntung punya tinggi semampai dan badan yang agak langsing, kulit sawo mateng, alis tebel n pipi chubby.

Gw emang ga sekuat Herkules atau Superman… Tapi gw selalu dikaruniai kesehatan yang baik, dimana penyakit terparah yang pernah gw alamin cuma cacar air dan tampek, dan untuk penyakit langganan cuma radang tenggorokan.

Gw emang ga sepinter Hillary Clinton…

Tapi gw berhasil menempati 3 besar slama SMA, mendapatkan gelar sarjana gw dengan nilai baik dan IPK yang lumayan, dan keinginan belajar gw tinggi banget sampe smua hal pengen gw pelajarin, gw ga pernah bosen bwat sekolah ato belajar.

Gw emang ga sebaik Lady Diana yang dicintai hampir seluruh masyarakat dunia… Tapi gw dikelilingi sama keluarga, sahabat, temen” dan orang” di sekitar gw yang peduli dan sayang sama gw. Dan betapa gw juga mengasihi mereka dengan tulus.

Mungkin masih banyak orang-orang hebat yang ‘lebih’ dari gw…

Tapi hidup udah mengajari gw banyak hal, tentang ketegaran, tentang ketulusan, tentang kebahagiaan, tentang air mata, tentang pengkhianatan, tentang keberuntungan dan banyak hal lainnya. Dan selama hampir 24 tahun gw bernafas di dunia ini, hanya satu pelajaran dasar yang akan selalu gw pegang sampe mati yaitu RASA SYUKUR. Gw boleh membandingkan hidup gw dengan siapapun yang lebih hebat, lebih pintar, lebih kaya, lebih cantik dan lebih-lebih lainnya… tapi sebenernya gw juga dilengkapi dengan kelebihan yang gw punya, hanya saja gw belum menyadari dan mensyukuri itu dan menggunakannya untuk hidup orang lain.

Melalui tulisan ini, gw ngajak pembaca” setia blog gw untuk belajar bersama-sama gw tentang rasa syukur, gimana rasa syukur itu bisa membawa dampak yang luar biasa bwat hidup loe dan orang” di sekitar loe..