6.1.17

Dan semua hanya tentang waktu...

Hi.. ini tulisan pertama gw di tahun 2017, setelah sekian lama ga pernah posting, sekarang gw muncul lagi dengan segala hal yang benar-benar berbeda. Seperti judul yang gw buat, semua tentang waktu. Hal yang menginspirasi gw memilih judul itu adalah waktu habis natal kemaren gw ketemuan sama keempat sahabat gw. Yah, kami selalu melakukan reuni setiap tahun, karena ada temen gw yang udah kerja di Bali dan di tambah sekarang gw yang udah tinggal di Solo. Ketika memikirkan akan ketemuan sama mereka natal ini, gw sangat bersemangat sekali, karena gw akan ketemu sama sahabat-sahabat ‘gila’ gw yang entah kenapa apa pun yang ada sama mereka selalu biking gw nyaman dan happy. Dan mereka adalah salah satu hal utama yang membuat gw balik ke Jakarta akhir tahun kemarin.
Hari yang gw nanti-nantikan tiba, hari dimana kami berlima udah janjian buat ketemuan dan tukar kado seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertama gw ketemu sama sahabat gw yang paling deket sebut saja ‘K’, kami makan siang bareng tentunya sama suami gw. Jadi kami makan bertiga. Gw tidak merasakan euphoria yang sama dari dya, kami ga lagi cerita dari hati ke hati kaya dulu (mungkin karena ada suami gw), dya ga terlihat excited seperti tahun-tahun sebelumnya. Yah mungkin karena drama-drama cewek yang terjadi ketika menentukan tempat janjian dan waktu pertemuan. Gw sih melihatnya dya agak kesal mengenai itu. Dan… yah, gw agak sedikit kecewa. Entahlah, gw merasa pertemuan dengan dya siang itu ga sehangat biasanya. Lalu kami menghabiskan waktu lagi sambil menunggu ketiga teman kami yang lainnya.

Setelah pada akhirnya kami berkumpul berlima dan menimkati makan malam, suasana yang berbeda juga gw rasakan lagi. Ah.. apa gw yang terlalu sensi, gw juga ga ngerti. Temen gw yang super sibuk, merasa kesal dengan harinya di kantor, dan tanpa sadar moodnya terbawa saat kita ngumpul. Satu lagi teman gw si bumil yang selalu drama dengan kehamilannya juga nambah mood ga enak malem itu. Dan.. rusaklah seluruh harapan kesenangan dan kebahagiaan gw ketemu mereka malam itu. Tukar kado hanya jadi rutinitas dan kewajiban, ga lupa foto bareng. That’s it!! Gw ga merasakan ada kehangatan, kenyamanan dan kesenangan kaya biasanya.

Itulah kenapa gw menyebutnya ‘semua hanya tentang waktu’, ga ada yang tau kemana waktu akan membawa kita. Dulu ketika semua single, dunia berasa milik berlima, suka-suka aja mau ngapain, drama-drama udah jadi kaya snack yang dimakan tiap waktu. Seiring berjalannya waktu, masing-masing udah punya tanggung jawab dan prioritasnya sendiri, terus mo nyalahin syapa ketika segala sesuatunya terasa berbeda. Ga ada.. karena emang begitulah adanya. Mungkin standar ekspektasinya aja yang mulai diturunin dan disesuaikan. Kecewa? Pasti. Tapi ga ada yang bisa ngerubah itu. Gw sendiri pun mulai ragu, persahabatan itu seperti apa. Hahaha.. anggep aja gw lagi sangat kecewa sama ekspektasi gw mengenai persahabatan. Gw sih maunya percaya kalo persahabatan yang tulus itu bakal abadi walaupun masing-masing udah punya kepentingan dan prioritas sendiri.

Sekali lagi… semua hanya tentang waktu…